Tottenham Catat Rekor Terendah 50 Tahun Usai Kekalahan dari Crystal Palace

Tottenham Hotspur mengalami kekalahan kandang 3-1 dari Crystal Palace yang memperpanjang rekor tanpa kemenangan mereka di Premier League menjadi 11 pertandingan. Kekalahan ini menempatkan Spurs hanya unggul satu poin dari zona degradasi, menambah tekanan besar menjelang akhir musim 2025-26.

Tottenham Catat Rekor Terendah 50 Tahun Usai Kekalahan dari Crystal Palace
Pertandingan tampak menguntungkan Spurs pada awalnya ketika Dominic Solanke mencetak gol pada menit ke-34, setelah gol Ismaila Sarr dianulir. Namun, Micky van de Ven mendapatkan kartu merah karena menarik Sarr di area penalti, memberikan kesempatan bagi Palace untuk menyamakan skor melalui penalti.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Jorgen Strand Larsen menambah keunggulan tim tamu menjadi 2-1 sebelum Sarr memperlebar skor menjadi 3-1 di menit tambahan babak pertama. Meski Spurs menstabilkan permainan di babak kedua, kerusakan sudah terjadi, dan usaha comeback gagal memulihkan harapan tim.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Keputusan Tudor dan Tantangan Pelatih

Manajer interim Igor Tudor menghadapi kritik setelah keputusan taktik dan pergantian pemainnya tidak membuahkan hasil. Pemain baru kunci seperti Conor Gallagher dan Xavi Simons tidak dimainkan, yang dianggap merugikan tim di saat penting.

Tudor kini telah kalah dalam ketiga pertandingannya sebagai pelatih interim. Kegagalan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai masa depannya, sementara tim harus mencari cara untuk bangkit di sisa musim. Tekanan pada manajer semakin meningkat karena performa tim yang terus menurun.

Kegagalan ini menunjukkan bahwa Spurs menghadapi krisis manajemen dan strategi. Keputusan taktis yang salah dan ketidakmampuan untuk memaksimalkan potensi skuad menjadi faktor utama di balik performa buruk tim saat ini.

Baca Juga: Infantino Tak Goyah Meski Kritikan Mencuat soal Trump dan Peace Prize

Rekor Terburuk dan Krisis Klub

Tottenham Catat Rekor Terendah 50 Tahun Usai Kekalahan dari Crystal Palace
Menurut catatan Opta, Spurs kini melewati 11 pertandingan liga tanpa kemenangan untuk pertama kalinya sejak Oktober 1975. Tim juga mengalami lima kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak November 2004, menandakan ketidakstabilan klub yang semakin parah.

Awal tahun 2026 menjadi salah satu periode terburuk dalam sejarah klub. Tottenham menghadapi awal tahun kalender terburuk mereka sejak 1935, ketika mereka gagal memenangkan salah satu dari 15 pertandingan liga pertama. Hal ini menyoroti skala krisis yang saat ini dihadapi tim.

Performa buruk ini memperlihatkan tantangan besar bagi Spurs, baik dari segi mental pemain maupun tekanan dari penggemar yang kecewa. Rekor negatif semakin menambah urgensi untuk perubahan strategi dan pemulihan performa.

Kesulitan di Kandang dan Jadwal Berat

Tottenham juga menghadapi periode buruk di kandang mereka. Sejak awal musim 2024-25, mereka kalah 19 kali di stadion sendiri, hanya kalah lebih sedikit dari Wolverhampton Wanderers. Jumlah poin kandang yang hanya 31 menjadi yang terendah di antara semua tim Premier League yang selalu berpartisipasi selama periode tersebut.

Situasi ini menimbulkan tantangan tambahan karena leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Atletico Madrid akan datang, diikuti perjalanan tandang ke Liverpool di Premier League. Spurs harus tampil maksimal meski tekanan dan jadwal padat terus mengintai.

Kombinasi performa buruk, krisis manajemen, dan jadwal ketat membuat Tottenham berada di ujung jurang degradasi. Tim harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki performa jika ingin bertahan di Premier League dan menghindari kehancuran lebih lanjut. Jangan lupa ikuti footballnews222.com untuk mengetahui informasi berita bola menarik lainnya.