Kylian Mbappe sempat mengalami salah diagnosis cedera lutut oleh tim medis Real Madrid. Pemeriksaan resonansi magnetik yang dilakukan pada Desember lalu ternyata menargetkan lutut kanan, padahal cedera ada pada lutut kiri. Akibatnya, hasil awal tidak menunjukkan masalah apa pun, dan Mbappe tetap dimainkan dalam tiga pertandingan liga berikutnya.
Setelah kesalahan itu disadari, pemeriksaan ulang pada lutut kiri baru menemukan robekan parsial pada ligamen posterior. Klub kemudian merilis laporan medis pada 31 Desember, menyebut cedera secara umum sebagai keseleo lutut. Kesalahan ini menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur internal tim medis Madrid, meski pihak klub maupun perwakilan Mbappe belum memberikan komentar resmi.
Situasi ini membuat Mbappe tetap bermain meski merasakan ketidaknyamanan. Penyerang berusia 27 tahun ini bahkan mencetak gol dan menyamai rekor Cristiano Ronaldo dengan 59 gol dalam satu kalender, meski lututnya tidak sepenuhnya pulih.
Gejala dan Dampak Cedera Mbappe
Cedera awal Mbappe muncul saat Real Madrid kalah 0-2 dari Celta Vigo pada 7 Desember. Benturan yang diterimanya diduga menjadi pemicu peradangan pada lutut kiri. Tiga hari setelahnya, ia duduk di bangku cadangan melawan Manchester City, tetapi kembali dimainkan dalam tiga pertandingan berikutnya.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Selama periode ini, Mbappe menunjukkan profesionalisme tinggi. Ia tetap tampil maksimal, mencetak gol dan membantu tim, meski lututnya menimbulkan rasa sakit. Hal ini menekankan kemampuan mental dan fisik sang pemain untuk beradaptasi dengan kondisi sulit.
Tim medis Madrid pun melakukan pemantauan ketat. Ketika Mbappe kembali berlatih setelah libur Natal, terlihat ia memegang lutut kirinya, menandakan cedera masih ada. Klub memilih pendekatan konservatif untuk pemulihan, memastikan pemain tidak mengambil risiko berlebihan.
Baca Juga:Â Bayern Munich Protes Skorsing Luis Diaz Setelah Kontroversi di Leverkusen
Pemantauan dan Prosedur Klub
Pelatih baru Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa kondisi Mbappe terus dipantau. Beban latihan diatur agar tidak memperburuk cedera, dan keputusan memainkan Mbappe bergantung pada kesehatannya sehari-hari. Ia tidak dimainkan dalam lima pertandingan tertentu, namun tetap diizinkan turun saat kondisi dianggap aman.
Real Madrid sebelumnya melakukan perubahan di departemen medis dan kebugaran, mendatangkan kembali pelatih kebugaran Antonio Pintus dan dokter Niko Mihic sebagai kepala layanan medis. Meski begitu, tim tetap menghadapi tantangan cedera yang berulang, termasuk masalah lutut Mbappe yang terkadang terasa stabil, tapi di lain waktu menimbulkan rasa sakit.
Pendekatan konservatif memungkinkan Mbappe tampil di beberapa pertandingan penting, termasuk Liga Champions, tanpa menimbulkan risiko jangka panjang. Klub memastikan semua keputusan medis selaras dengan kondisi fisik pemain.
Mbappe Kembali ke Lapangan dan Timnas
Akhirnya, Mbappe kembali bermain saat Real Madrid menang 2-1 atas Manchester City di Liga Champions, bermain 21 menit sebagai pengganti. Ia juga turun 26 menit dalam kemenangan 3-2 atas Atletico Madrid. Performa ini menunjukkan kemampuan Mbappe untuk tetap berkontribusi meski mengalami cedera.
Kini, Mbappe telah bergabung dengan Timnas Prancis untuk dua laga persahabatan melawan Brasil pada 26 Maret dan Kolombia pada 29 Maret di Amerika Serikat. Kehadiran sang bintang di tim nasional penting untuk persiapan menghadapi turnamen besar mendatang.
Kesalahan diagnosis awal menjadi pelajaran penting bagi Real Madrid, namun profesionalisme Mbappe dan pemantauan ketat tim medis memungkinkan pemain tetap tampil maksimal. Pemulihan yang hati-hati memastikan ia dapat memberikan kontribusi bagi klub maupun timnas tanpa risiko cedera lebih serius. Jika Anda ingin mengetahui perkembangan berita bola menarik lainnya, Anda bisa kunjungi link di sini footballnews222.com.