Jess Carter mengungkapkan perasaan “hampir lega” setelah melihat Lauren James tidak menjadi satu-satunya pemain Inggris yang gagal mengeksekusi penalti melawan Swedia di Euro 2025. FOOTBALLNEWS222, akan membahas informasi menarik mengenai sepak bola perempuan hari ini, simak pembahasan ini.

Carter khawatir James akan menghadapi pelecehan media sosial yang masif jika ia satu-satunya yang gagal, mengingat sejarah pelecehan rasis terhadap pemain kulit hitam Inggris seperti Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka setelah final Euro 2020.
Selain James, tiga pemain berkulit putih—Beth Mead, Alex Greenwood, dan Grace Clinton—juga gagal dalam adu penalti. Meski demikian, Inggris akhirnya lolos ke final dan berhasil mengalahkan Spanyol. Carter menegaskan bahwa perasaannya bukan karena menginginkan kegagalan rekan setimnya, melainkan karena kesadaran akan risiko pelecehan rasis yang tidak proporsional terhadap pemain kulit hitam.
Pengakuan Carter ini menyoroti ketidaksetaraan dalam perlakuan media dan fans terhadap pemain kulit hitam ketika mereka melakukan kesalahan di lapangan. Ia menekankan bahwa tekanan sosial yang dihadapi pemain minoritas jauh lebih berat dibandingkan rekan-rekan mereka.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Trauma Pelecehan Rasial yang Dialami Carter
Selama turnamen, Jess Carter menjadi sasaran pelecehan rasis daring yang berdampak serius pada kondisi mentalnya. Ia mengaku merasa “takut” ketika pelatih Sarina Wiegman memberitahunya bahwa ia akan menjadi starter di final. Rasa takut ini bukan hanya karena tekanan pertandingan besar, tetapi juga kekhawatiran akan serangan rasial jika ia melakukan kesalahan.
Pelecehan tersebut membuat Carter merasa “kecil, tidak penting, dan tidak berharga.” Ia mengungkapkan bahwa pengalaman itu memengaruhi kepercayaan dirinya dan bahkan membuatnya ragu untuk kembali bermain. Keluarganya juga turut menderita secara emosional akibat ujaran kebencian yang diterimanya.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) telah melaporkan kasus pelecehan tersebut kepada pihak berwajib. Namun, Carter menegaskan bahwa dampak psikologis dari rasisme tidak bisa diatasi hanya dengan tindakan hukum, melainkan membutuhkan perubahan budaya dalam sepak bola dan masyarakat.
Baca Juga: Matildas Mulai Menerapkan Gaya Bermain Baru di Bawah Montemurro
Perbandingan dengan Kasus Pelecehan Sebelumnya

Carter menyoroti pola pelecehan rasis yang konsisten dialami pemain kulit hitam Inggris setelah kegagalan penalti. Ia merujuk pada insiden Euro 2020, ketika Rashford, Sancho, dan Saka dibanjiri ujaran kebencian setelah gagal mengeksekusi penalti di final melawan Italia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pemain kulit hitam sering dijadikan kambing hitam ketika tim gagal, sementara pemain kulit putih yang melakukan kesalahan serupa tidak menerima kritik sebanyak itu. Carter berharap pengalamannya bisa membuka mata publik tentang ketidakadilan sistemik dalam sepak bola.
FA dan UEFA telah mengutuk rasisme, tetapi Carter berpendapat bahwa langkah lebih tegas diperlukan, termasuk sanksi berat bagi pelaku dan edukasi anti-rasisme yang lebih masif bagi fans.
Seruan untuk Perubahan dan Dukungan bagi Pemain
Carter menyerukan perlunya perlindungan lebih besar bagi pemain dari pelecehan daring. Ini termasuk kerja sama antara platform media sosial dan otoritas sepak bola untuk menindak pelaku. Ia juga mendorong rekan-rekan sesama atlet untuk saling mendukung dalam menghadapi tekanan mental.
Meski mengalami trauma, Carter bangga bisa membantu Inggris meraih gelar juara Euro 2025. Ia berharap kemenangan ini bisa menjadi momentum untuk mempromosikan inklusivitas dan kesetaraan dalam sepak bola.
Terakhir, Carter menekankan bahwa sepak bola harus menjadi wadah pemersatu, bukan tempat di mana rasisme dan kebencian terus diberi ruang. Perjuangannya melawan rasisme diharapkan bisa menginspirasi perubahan positif di masa depan. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi mengenai berita sepak bola perempuan terbaru lainnya hanya dengan klik footballnews222.com.
